Selasa, 20 Oktober 2015

Gotong Royong

GOTONG ROYONG

A. Konsep Gotong Royong
Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lan, sebagai makhluk sosial hendaknya kita harus peka terhadap segala hal yang terjadi disekitar kita. Pada dasarnya mausia adalah bagian dari masyarakat. Oleh karena itu, kita harus bisa bersahabat dengan semua warga masyarakat, bukn hanya itu saja, namun  sikap kepedulian sosial juga harus tertanam dalam diri kita

Kepedulian sosial dapat menimbulkan sikap tanggung jawab dalam diri seseorang. Dengan memiliki rasa tanggung jawab diharapkan dapat menjadi bekal dalam kehidupan masyarakat. Sehebat apapu pribadi seseorang. Dia tidak akan mampu untuk hidup sendiri. Saling membantu terhadap sesama dan mengembangkan sikap toleran dapat menjadikan kerukunan di masyarakat. Ketika dimasyarakat ada kegiatan kerja baktiataupun hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan bersama maka sebagai warga yang baik harus bergotong royong demi terciptanya rasa solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat. Gotong royong merupakan hal yang penting dalam masyarakat. Dengan gotong royong suatu kegiatan atau pekerjaan akan terasa lebih ringan daripada dikerjakan secara individu

Gotong Royong - merupakan suatu istilah asli indonesia yang berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan. Katanya berasal dari gotong = bekerja, royong = bersama, bersama-sama dengan musyawarah, pantun, pancasila, hukum, adat ketuhanan, dan kekeluargaan, gotong royong menjadi filsafat Indonesia.
Sikap gotong royong adalah bekerja bersama-sama dalam menyelesaikan pekerjaan dan secara bersama-sama menikmati hasil pekerjaan tersebut secara adil. Atau suatu usaha atau pekerjaan yang dilakukan tanpa pamrih dan secara sukarela oleh semua warga menurut batas kemampuannya masing-masing
Budaya gotong royong adalah bagian dari kehidupan berkelompok masyarakat Indonesia, dan merupakan warisan budaya bangsa. Nilai dan perilaku gotong royong bagi masyarakat Indonesia sudah menjadi pandangan hidup, sehingga tidak bisa dipisahkan dari aktivitas kehidupannya kehidupannya sehari-hari

Sifat gotong royong di daerah pedesaan lebih menonjol dalam pola kehiupan mereka, seperti memperbaiki dan membersihkan jalan, atau membangun/memperbaiki rumah. Sedangkan di daerah perkotaan gotong royong dapat dijumpai dalam kegiatan kerja bakti di RT/RW, di sekolah dan bahkan di kantor-kantor, misalnya pada saat memperingati hari-hari besar nasional dan keagamaa, mereka bekerja tanpa imbalan jasa, karena demi kepentingan bersama. Dari sini timbulah rasa kebersamaan, kekeluargaan, tolong menolong sehingga dapat terbina rasa kesatuan dan persatuan Nasional. Tidak hanya dipedesaan bisa kita jumpai sikap gotong royong, melainkan didaerah perkotaan pun bisa kita jumpai dengan mudah. Karena secara budaya, memang sudah ditanamkan sifat ini sejak kecil hingga dewasa

Gotong royong menjadikan kehidupan berkelompok manusia Indonesia lebih berdaya dan sejahtera. Karena dengan gotong royong berbagai permasalahan kehidupan bersama bisa terpecahkan secara mudah dan murah, demikian halnya dengan kegiatan pembangunan masyarakat. Implementasi kesetaraan, keadilan, kebersamaan, kepedulian, dan mengacu kepada kepentingan bersama. Oleh karena itu ada aspek pemberdayaan dalam gotong royong

Gotong royong merupakan suatu kegiatan sosial yang menjadi ciri khas bangsa indonesia dari jaman dahulu kala hingga saat ini. Rasa kebersamaan ini muncul, karena adanya sikap sosial tanpa pamrih dari masing-masing individu untuk meringankan beban yang sedang dipikul

B. PRINSIP GOTONG ROYONG
Prinsip kegotong royongan dalam tata kehidupan ekonomi adalah prinsip kehidupan ekonomi berdasarkan azas kerjasama atau usaha bersama. Hal ini berarti dalam kegiatan usaha ekonomi digunakan prinsip kerjasama, saling membantu salam suasana demokrasi ekonomi untuk mencapai kesejahteraan bersama secara adil (adil dalam kemakmuran dalam bidang ekonomi, prinsip kegotong royongan dan kekeluargaan terlihat dalam 33 UUD 1945)
Pasal UUD 1945 terdiri dari 3 ayat:
(1)    Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan
(2)    Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak        dikuasai oleh negara
(3)    Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan        dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat

Dalam pasal 33 UUD 1945 tersebut tercantum dasar demokrasi ekonomi produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua dibawah pimpinan atau pemilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakat yang diutamakan, bukan orang-seorang


Terdapat banyak Faedah amalan bergotong royong

Antara faedah bergotong-royong ialah kerja yang sukar dapat dilaksanakan dengan lebih mudah. ini karena sesuatu kerja itu dilakukan secara beramai-ramai. Selain itu, kerja dapat disiapkan dengan lebih cepat.
                Faedah gotong-royong yang kedua adalah dapat mengeratkan hubungan silaturahim. Semasa bergotong-royong, kita dapat berbual-bual dan bertukar fikiran antara satu sama lain. Malahan kita juga dapat menambah kenalan.
                Di samping itu, amalan bergotong-royong juga dapat menyehatkan badan. Apabila kita melakukan aktivitas bergotong-royong seperti membersihkan masjid, sudah tentu kita ada mengeluarkan peluh. Badan yang sehat juga dapat mengelakkan seseorang itu terkena penyakit.
                Seterusnya, amalan bergotong-royong dapat mengisi masa lapang seseorang. Dengan ini, kita dapat mengelakkan diri daripada melakukan perkara yang tidak berfaedah umpamanya bergaul dengan anak nakal.

                Jelaslah kepada kita bahawa amalan bergotong royong banyak faedahnya. Oleh itu kita hendaklah menjadikan gotong-royong sebagai amalan.

Source:
http://www.gudangmakalah.com/2015/02/contoh-makalah-gotong-royong-tugas-pkn.html
http://karanganskk.blogspot.co.id/2015/08/karangan-fakta-faedah-bergotong-royong.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar